Ciri-Ciri Penyakit Demam Berdarah Pada Anak dan Cara Mengobatinya

0
3447
Demam Berdarah
DBD - Demam Berdarah Dengue

Demam berdarah adalah penyakit tropis yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti. Virus dengue ini akan mengganggu sistem pembekuan darah yang terjadi di dalam tubuh, sehingga dapat menyebabkan demam, sakit kepala, ruam, dan nyeri di seluruh tubuh. Pada umumnya penyakit ini (Demam Berdarah Dengue disingkat DBD) lebih mudah menyerang anak-anak, terutama balita.

Sebagian besar kasus demam berdarah yang ringan sembuh dengan sendirinya setelah sekitar satu minggu. Dalam kasus yang jarang terjadi, demam berdarah dapat menyebabkan gejala yang serius yakni Dengue Shock Syndrome (DSS), yang dapat menyebabkan shock dan kematian, oleh karena itu memerlukan perawatan medis yang sangat serius dan benar.

Biasanya nyamuk Aedes Aegypti dengan kaki berwarna belang-belang putih ini menggigit mangsanya, manusia pada siang hari. DBD tidak bisa menular langsung dari seseorang ke orang lain tanpa perantara nyamuk tersebut. Maka dari itu waspadalah jika ada nyamuk bercirikan seperti ini. Saat nyamuk Aedes Aegypti menyerang maka virus dengue akan mengganggu sistem pembekuan darah di dalam tubuh. Kadar trombosit akan mulai turun dan menyebabkan terjadinya pendarahan.

Ciri-ciri & Gejala Demam Berdarah Pada Anak dan Balita

Terkadang gejala demam berdarah pada anak dan balita tidak selalu muncul atau sulit dideteksi, dan gejala tersebut bisa saja muncul pada hari ke-4 sampai seterusnya. Jarak waktu antara virus pertama masuk ke dalam tubuh sampai gejala pertama muncul bisa berlangsung sekitar empat hingga tujuh hari, masa ini disebut sebagai Masa Inkubasi. Gejala demam berdarah atau DBD umumnya akan terlihat pada tiga hingga empat belas hari setelah masa inkubasi tersebut dan biasanya diawali dengan demam tinggi yang bisa mencapai suhu 41 derajat celsius

Berikut ciri-ciri demam berdarah pada anak dan balita:

Demam Tinggi

Anak penderita demam berdarah biasanya akan mengalami demam tinggi mencapai 40-41 derajat Celcius. Badannya akan menggigil sekaligus mengalami panas dingin. Fase demam yang terjadi pada penderita DBD menunjukkan grafik seperti pelana kuda.

DBD Pelana Kuda
Grafik Fase DBD

Pada awalnya memang mengalami panas tinggi, namun justru pada fase kritis demam akan menurun dan disinilah terkadang terjadi salah paham. Setelah itu demam akan muncul/kambuh kembali. Biasanya demam tinggi ini terjadi selama kurang lebih satu minggu, maka dari itu jika anak Anda mengalami gejala tersebut segera bawa anak Anda ke dokter.

Bintik-Bintik Merah

Bintik-bintik merah dan ruam akan muncul di sekujur tubuh, meskipun tidak semua penderita demam berdarah akan mengalami gejala bintik merah ini (terkadang bintik merah tidak muncul pada orang dewasa). Pada anak, bintik merah tersebut diakibatkan oleh infeksi virus dengue yang mengakibatkan terganggunya sistem pembekuan darah. Seperti yang tadi sudah dibahas bahwa pada fase berbahaya, baik anak-anak ataupun orang dewasa akan megalami mimisan dan juga muntah darah yang warnanya kehitaman. Gejala DBD pada orang dewasa pun biasanya juga sama.

Bintik Merah - Gejala DBD
Bintik merah pada anak yang mengalami DBD

Lemas, Lesu, Sakit Kepala dan Mual

Gejala DBD pada anak yang lainnya adalah mendadak merasa sangat lemas dan lesu. Biasanya anak terlihat berlarian kesana dan kemari, sangat aktif bermain, tapi kemudian tiba-tiba dia menjadi merasa lemas dan lesu. Apalagi jika si anak mengeluhkan rasa nyeri di bagian belakang matanya, nyeri sendi, otot, dan/atau tulang. Selain itu anak juga bisa merasakan sakit kepala dan juga wajahnya terlihat sangat pucat.

Penderita demam berdarah biasanya juga akan merasakan mual dan ingin muntah. Nafsu makannya pun akan berkurang karena perasaan tidak enak pada perutnya tersebut. Pada orang dewasa mungkin hanya merasa mual, namun pada anak-anak terkadang akan muncul gejala lain yaitu rasa gatal pada telapak kaki dan juga batuk pilek. Terlihat sepele, namun jika dibiarkan dan tidak ditangani lebih lanjut, penyakit ini akan semakin parah dan berbahaya.

Jika anak Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera periksakan ke dokter. Bisa jadi anak Anda sedang mengalami fase-fase awal demam berdarah. Jika tidak segera di tolong, maka akan mengalami dehidrasi, perdarahan berat, dan tekanan darah menurun dengan cepat (syok), syok yang tak teratasi bisa berujung pada kematian.

Pengobatan Demam Berdarah Pada Anak dan Balita

Hingga kini belum ada vaksinasi atau pun obat khusus untuk mengobati demam berdarah (DBD). Penanganan hanya berkisar pada cara untuk meringankan gejalanya, serta membuat si penderita nyaman.

Jika anak Anda tengah mengalami gejala penyakit DBD ringan, maka Anda harus melakukan tindakan-tindakan berikut:

  • Membuat anak Anda banyak beristirahat.
  • Membuat anak Anda banyak mengkonsumsi cairan untuk menghindari dehidrasi.┬áSebagaimana pada diare, pasien direkomendasikan untuk meminum oralit/cairan pengganti elektrolit/ion dan jus buah.
  • Berikan parasetamol untuk meringankan gejala demam dan nyeri (jangan diberi ibuprofen atau aspirin karena kedua obat tersebut dapat memicu pendarahan pada penderita DBD).
  • Kompres anak Anda untuk menurunkan panas.
  • Periksakan anak Anda ke dokter jika dalam waktu tiga hingga lima hari, tidak ada tanda-tanda pemulihan.

Jika anak Anda menderita DBD berat, mungkin anak Anda akan membutuhkan:

  • Perawatan di rumah sakit
  • Cairan infus
  • Pemantauan tekanan darah
  • Transfusi untuk mengganti darah yang hilang

Langkah Pencegahan Penyakit DBD

Beberapa langkah pencegahan penyakit ini bisa Anda lakukan, diantaranya:

  • Mensterilkan rumah atau lingkungan sekitar rumah Anda, misalnya dengan penyemprotan pembasmi nyamuk, menutup, membalik, atau jika perlu menyingkirkan media-media kecil penampung air lainnya yang ada di rumah Anda.
  • Membersihkan bak mandi dan menaburkan serbuk abate agar jentik-jentik nyamuk mati.
  • Memasang kawat anti nyamuk di seluruh ventilasi rumah Anda.
  • Memasang kelambu di ranjang tidur Anda.
  • Memakai lotion anti nyamuk, terutama yang mengandung N-diethylmetatoluamide (DEET) yang terbukti efektif. Namun jangan gunakan produk ini pada bayi yang masih berusia di bawah dua tahun.
  • Mengenakan pakaian yang cukup bisa melindungi Anda dan anggota keluarga Anda dari gigitan nyamuk.