Perbedaan Sablon Kaos Manual, Print Digital dan DTG

0
2417
Printed by Epson SC-F2000
Hasil print DTG Epson SC-F2000

Anda mungkin masih merasa belum yakin dengan apa yang dimaksud dengan kaos print digital, kaos print DTG (Direct to Garment) atau bahkan Anda masih bingung dan belum mengetahui sama sekali dengan istilah-istilah tersebut?. Jangan khawatir, karena Anda tidak sendirian, dan Anda telah membuka halaman yang tepat untuk  memahami apa itu kaos print digital, kaos print DTG, perbedaan dari masing-masing teknik dan teknologi, serta kelebihan dan kekurangan dari masing-masing teknik sablon atau print kaos tersebut. Berikut ini adalah beberapa informasi mengenai apa itu kaos sablon manual (sudah tidak asing dan tidak akan dibahas disini), kaos print digital, kaos print DTG, perbedaaan-perbedaannya, serta beberapa kelebihan dan kelemahan dari teknik-teknik membuat kaos tersebut yang saya dapatkan dari berbagai sumber

Apa dan Bagaimana Sebenarnya Kaos Print Digital?

Print digital adalah sebuah metode percetakan dari gambar digital (biasanya berupa file), kemudian bisa langsung dicetak pada berbagai media transfer dengan cara yang instan dan cepat. Print digital/digital printing merupakan hasil inovasi perkembangan dari metode percetakan yang konvensional, yang muncul seiring dengan kemajuan teknologi dunia yang sudah masuk di era digital.

Kaos print/sablon digital biasanya menggunakan media transfer (kertas HVS, transfer paper, kertas Inkjet, kertas double matte, kertas khusus sublimation, kertas khusus duracotton, kertas khusus stretch ecosolvent, kertas flock, dll). Desain atau gambar yang telah dicetak ke media transfer tersebut kemudian ditransfer ke kaos dengan menggunakan mesin heat press.

Dengan demikian teknik membuat kaos dengan print digital ini memerlukan media transfer, tidak diprint secara langsung ke bahan kaosnya. Sehingga kualiatas koas paling tidak akan ditentukan dengan jenis tinta, jenis media transfer, serta kekuatan heat press yang dipergunakan. Berdasarkan tintanya ada beberapa jenis sablon digital diantaranya: transfer paper, ecosolvent, sublimation, duracotton, flock, dll.

Contoh hasil produksi kaos dengan menggunakan teknik digital print beserta beberapa peralatan print digital kaos, dapat dilihat dibawah ini:

 

Apa dan Bagaimana Kaos Print DTG (Direct to Garment)

Cetak atau print kaos dengan teknik DTG (Direct to Garment) adalah mencetak desain kaos secara langsung dari desain kaos yang disimpan dalam bentuk softcopy/file di komputer ke kaos dengan mesin printer khusus tanpa perantara media transfer yang lain. Mesin printer khusus yang dimaksud disini adalah mesin printer yang dapat beroperasi dengan menggunakan tinta textile atau memiliki Head Printer khusus seperti Head Printer Type Micro Piezzo (Type Head Printer EPSON dan BROTHER)

Printer DTG asli ada bermacam macam, namun pada umumnya memiliki harga yang sangat mahal dan kurang terjangkau oleh masyarakat Indonesia pada umumnya. Harga printer tersebut bisa diatas 200 juta rupiah dengan ongkos operasional yang lumayan mahal. Sehingga pada akhirnya banyak pengusaha kaos DTG yang mempergunakan printer DTG rakitan dengan cara memodifikasi printer biasa, walaupun hasil produksi kaosnya tentu saja tidak sebagus kaos hasil print menggunakan mesin print DTG asli, seperti print Epson SureColor SC -F2000 yang berharga Rp. 275 juta misalnya

Berikut beberapa gambar hasil print DTG dan beberapa peralatan print DTG, sebagai gambaran untuk memperjelas paparan diatas

Jadi perbedaan antara teknik kaos print digital dan kaos print DTG (Direct to Garment) adalah ada pada cara print ke media kaos/kain : print digital menggunakan media perantara, sedangkan DTG tidak memerlukan media perantara/direct. Keduanya sama-sama mencetak data/gambar digital dengan menggunakan printer

Apa Kekurangan dan Kelebihan dari Teknik Cetak Manual/Sablon, Cetak/Print Digital dan Print DTG?

Mengingat pembahasan mengenai kelebihan dan kekurangan dari masing-masing teknik cetak kaos ini masih cukup panjang, maka saya akan membahas hal tersebut pada tulisan yang terpisah. Sampai jumpa pada pembahasan kekurangan dan kelebihan dari sablon manual, print digital dan print DTG